Wacana Partai dan Tokoh Politik Islam yang Meramaikan Bursa Calon Presiden 2024

Partai politik menjadi sebuah kendaraan yang cukup penting untuk menduduki sebuah kekuasaan di sebuah negara. Tanpa ada partai politik maka tidak akan kekuasaan itu dipegang dan dimiliki oleh mereka yang bermain politik. Sebagaimana contoh, saat ada pencalonan presiden maka ada beberapa partai pengusung yang mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sejak zaman orde baru hingga era reformasi, partai politik timbul tenggelam silih berganti menguasai posisi strategis negara. Mulai dari bung karno yang kental dengan PNI, Soeharto dengan partai besutannya Golkar, Gus Dur dengan PKB, Megawati melalui PDI, SBY menggunakan Demokrat dan terakhir ada presiden Jokowi dengan parpol PDI.

Tidak hanya itu saja, hingga tahun 2021 wacana partai dan tokoh politik Islam menguat diprediksi bakal maju sebagai calon presiden. Hal ini memiliki kemungkinan yang besar dikarenakan Jokowi sudah menjabat selama 2 periode yang secara aturan presiden tidak boleh menjabat selama 3 periode. Keuntungan dari wacana ini adalah memanfaatkan mayoritas umat sebagai pendukung di 2024. Tetapi, semuanya dalam politik selalu memungkinkan untuk terjadi dinamika. Ada beberapa calon menurut hasil survey yang sudah muncul akan tetapi mungkin saja bukan mewakili representasi partai Islam ataupun tokoh muslim. Hal inilah yang menjadikan publik bertanya-tanya, sejauh manakah representasi partai Islam dalam memproduk para pemimpin politik muslim yang ideal.

Kemungkinan Partai dan Tokoh Politik Islam yang Bakal Maju

  • Muhaimin Iskandar dengan PKB

Muhaimin Iskandar atau akrab disapa Cak Imin kini menempati posisi sebagai ketua partai Islam terbesar yaitu PKB. Tidak dapat dipungkiri PKB memiliki kerjasama dengan banyak banom dan organisasi NU baik dari tingkat pusat hingga daerah. Maka dalam konteks kepemimpinan nasional, khususnya menjadi calon presiden 2024 akan sangat memungkinkan. Kini posisinya di wakil ketua DPR bisa menjadi modal untuk menggali pengalaman di pemerintahan. Apalagi di pemerintahan juga sangat banyak tokoh-tokoh NU seperti KH. Ma’ruf Amin, Menteri Agama Gus Yaqut dan masih banyak lagi yang lain.

  • Anies Baswedan dengan PAN dan PKS

Tidak hanya cak Imin yang masuk dalam berbagai survey sebagai calon presiden 2024. Muncul nama Anies baswedan yang kini menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Modalnya sebagai Gubernur bisa saja “napak tilas” bagaimana dulu Jokowi dari Wali Kota Solo, ke Gubernur DKI Jakarta dan menjadi Presiden. Semua tidak ada yang tidak bisa terjadi pada sosok Anies Baswedan yang Kendal dengan jargon “Maju Kotanya, Bahagia Warganya”. Anies Baswedan menjadi salah satu representasi partai dan tokoh politik Islam di era ini.

  • Ganjar Pranowo dengan PDI

Ganjar merupakan sosok muslim meskipun bukan tercatat sebagai anggota parta Islam. Dimana PDI perjuangan adalah partai nasionalis. Tetapi tidak masalah selama masyarakat memilih dalam perhelatan akbar (pesta demokrasi) di tahun 2024. Proses pemilu akan dilakukan dengan LUBER JURDIL. Gubernur Jawa Tengah ini sudah berpengalaman dalam memimpin karena memang dibentuk menjadi politisi murni, bukan sosok intelektual.

Tema tentang partai dan tokoh politik sebagai bursa calon presiden akan menarik diperbicangkan dari tahun 2021-2024. Menemani informasi tentang covid-19 yang hingga sekarang masih tinggi penularan kasusnya. Tetapi demokrasi dan kepemimpinan harus tetap berjalan. Sebab pemimpin mendatang diharapkan mampu menelurkan ide dan gagasan untuk merubah kondisi sulit akibat pandemic covid-19 menjadi lebih baik lagi. Ini tentunya yang diharapkan oleh sebagian besar masyarakat Indonesia.