Kerjasama Politik Antar Negara di Asia Tenggara

ASEAN (Association of South East Asia Nations) adalah sebuah organisasi yang terhimpun di dalamnya negara-negara di asia tenggara. Ada 10 negara yang masuk dalam daftar antara lain Indonesia, Thailand, Filipina, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam, Laos, Myanmar, Vietnam dan Kamboja. Hadirnya beberapa negara ini dari awal ingin memperkuat komitmennya. Tujuan berdirinya ASEAN antara lain untuk memajukan beberapa aspek seperti pertumbuhan ekonomi, sosial, budaya negara, menjaga perdamaian dan hubungan politik antar negara yang baik, menghadirkan kerjasama beberapa bidang ada sosial, ekonomi, sainstek dan administrasi negara. Selanjutnya, negara-negara melakukan kerjasama dalam meningkatkan mutu pendidikan, penelitian dan sumber daya manusia (SDM) di kawasan.

Organisasi ini berdiri sejak 1967, salah satunya memilikimisi suci untuk menjaga stabilitas politik negara yang tergabung dalam ASEAN. Berbagai macam teori yang menyoal mengenai pentingnya hubungan politik antar suatu negara yang pada intinya bermuara pada bagaimana usaha negara-negara untuk mencapai tujuan bersama. Komponen politik tidak berdiri sendiri, misalnya hanya masyarakat semata. Tetapi luas yang mana di dalamnya ada kelas sosial dan ekonomi, kekuasaan pemerintah, hak dan kewajiban rakyat, lembaga negara, kebebasan (kemerdekaan) dan konsep lain. Maka disinilah peran hubungan politik antar sebuah negara perlu dihadirkan dalam rangka bekerjasama secara ideal. Apa sajakah yang menjadi konsentrasi organisasi ASEAN dalam membangun kerjasama dalam bidang politik?

Adapun pertanyaan tersebut sangat relevan untuk dijawab dengan memberikan uraian yang mendalam. Selain mengetahui apa saja fenomena politik yang ada, bekal perdamaian bisa dimanfaatkan untuk membangun kerjasama internasional selanjutnya dengan negara lain antar benua. Ada sebanyak 5 ketentuan kerjasama yang sudah disepakati bersama dalam bidang politik antar negara yang sudah berlangsung sejak lama.

Kerjasama Politik Antar Negara Di ASEAN

Kerjasama Politik Antar Negara di Asia Tenggara
  • Perjanjian tentang Ekstradisi Negara di Asia Tenggara

Tujuan dari adanya perjanjian ini adalah meminimalisir tindak kejahatan yang ada di negara ASEAN. Misalnya seperti kasus narkoba, pencucian uang, terorisme dan masih banyak bentuk kejahatan lain. Bentuk kerjasama terletak pada pengembalian tersangka yang masuk di negara kawasan. Hal ini dilakukan untuk menjaga stabilitas politik yang perlu diupayakan bersama.

  • Mengirimkan Perwakilan Negara (Duta dan Konsulat)

Pengertian dari duta adalah perwakilan dari setiap negara dalam bidang pemerintahan dan politik. Sebagaimana konsulat mewakili pemerintah negaranya dalam aspek perdagangan, ekonomi dan lain sebagainya. Keduanya sama-sama dibutuhkan untuk menjaga kondusifitas politik pada masing-masing negara. Keberadaannya yang penting maka di Indonesia juga terdapat beberapa duta dan konsulat dari negara ASEAN lainnya.

  • Kerjasama Negara Bebas Nuklir

Bentuk kerjasama ini bertujuan pada zona aman dari nuklir guna mewujudkan perdamaian internasional. Disisi lain guna mengurangi pencemaran lingkungan dan kerusakan lainnya. Perjanjian ini disepakati dalam KTT ASEAN yang bertempat di Bangkok, Thailand pada tanggal 15 Desember 1995.

Adanya hubungan politik antar negara yang baik diharapkan mampu menjalin kerjasama yang lain dalam hal ekonomi, pendidikan, sosial-budaya dan lain sebagainya. Sementara terjalinnya hubungan yang baik akan meminimalisir terjadinya konflik yang merugikan kedua belah pihak. Saat ada konflik tentu harus diselesaikan bersama melalui mekanisme hukum yang sudah terjalin di antara negara-negara yang tergabung dalam ASEAN. Hubungan dan kerjasama yang baik ini diharapkan tetap berlangsung sampai kapanpun. Tidak banyak buronan dari Indonesia yang masuk ke Singapura atau negara lain saat ditangkap bisa dikirim pulang kembali ke negara asalnya.